Rektor Unusa: Manusia Dibekali Kemampuan Adaptif Hadapi New Normal Life

Home / Berita / Rektor Unusa: Manusia Dibekali Kemampuan Adaptif Hadapi New Normal Life
Rektor Unusa: Manusia Dibekali Kemampuan Adaptif Hadapi New Normal Life Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie. (Foto: Candra Wijaya/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESKAPUAS, SURABAYA – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Rektor Unusa) Prof Achmad Jazidie menuturkan, bahwa mau tidak mau manusia harus mengadaptasikan diri menghadapi era baru yang disebut-sebut sebagai new normal life.

Menurutnya, setiap individu harus mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19) yang menghantam peradaban umat manusia. Banyak pola hidup dan kebiasaan berubah seketika. Salah satunya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Mulai dari kita masing-masing dan pada akhirnya masyarakat kita sebagai kumpulan dari individu-individu," terang Prof Jazidie saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (24/5/2020).

Setelah masing-masing individu menyesuaikan dengan new normal life, secara otomatis kumpulan individu atau masyarakat ikut terbawa menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan new normal life tersebut. Seperti hidup yang lebih bersih dan hidup yang terbiasa menggunakan masker.

Memang, terang Prof Jazidie, kondisi demikian terkesan sebagai bentuk baru. Kondisi di mana Covid-19 merubah manusia menjadi tidak gampang percaya dengan membatasi kegiatan atau aktivitas yang seringkali dilakukan sebelum pandemi berlangsung.

"Ini kan terkesan sebenarnya orang tidak gampang percaya dengan orang lain sebenarnya new normal ini dalam kaitan dengan Corona. Tapi itu nanti yang akan dianggap sebagai sebuah kewajaran baru," ulasnya.

Tetapi, pada akhirnya masyarakat akan terbiasa saling memaklumi. Namun yang penting adalah masing-masing pribadi harus mempersiapkan mental dan fisik untuk mengadaptasikan diri dengan tuntutan-tuntutan pola kehidupan yang baru.

"Jadi harus adaptif. Karena manusia sebenarnya adalah makhluk sosial yang adaptif. Sangat adaptif," tandasnya.

Maka, tuntutan-tuntutan new normal ini mengharuskan manusia menggunakan bekal adaptasi yang sudah dimiliki. Bahkan tidak ada yang sulit. Prof Jazidie memberi contoh. Tubuh kita dilengkapi dengan suatu sistem.

"Lihat saja sistem pengaturan suhu tubuh. Kalau masuk ke daerah yang dingin, sebentar kemudian akhirnya merasa kedinginan. Tapi sesaat tubuh ini sudah bisa menyesuaikan dirinya. Jadi by nature tubuh kita ini dilengkapi kemampuan mengadaptasi diri," jelasnya.

Begitu juga secara kejiwaan atau psikologis. Mekanisme tubuh manusia dilengkapi dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa.

"Psikis juga begitu. Melihat situasi yang berubah seperti ini, maka ada proses dinamika dalam kejiwaan kita dalam pikiran kita kemudian menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan baru," terang Prof Jazidie menambahkan.

Namun, ia mengingatkan bahwa tentu saja terhadap hal-hal yang prinsip seperti halal haram tidak bisa ditawar-tawar lagi. Meskipun dengan alasan adaptasi.

"Itu yang mestinya haram lalu dengan alasan tuntutan kedaruratan tiba-tiba halal. Bukan seperti itu. Jadi hal yang prinsip yang itu ada tuntutan agama misalkan, tidak bisa ditawar lagi dengan alasan apapun kecuali keadaan yang memaksa," tuntas Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com