Laboratorium Khusus Deteksi Covid-19 di RSUD Anutapura Palu Mulai Beroperasi

Home / Berita / Laboratorium Khusus Deteksi Covid-19 di RSUD Anutapura Palu Mulai Beroperasi
Laboratorium Khusus Deteksi Covid-19 di RSUD Anutapura Palu Mulai Beroperasi Plt. Direktur RSUD Anutapura, drg. Herry Mulyadi saat memperlihatkan labkes khusus untuk mendeteksi Covid-19. (FOTO: Humas Pemkot Palu for TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESKAPUAS, PALU – Laboratorium khusus untuk mendeteksi Covid-19 di RSUD Anutapura Kota Palu kini mulai dioperasikan setelah renovasinya rampung akhir April 2020 lalu.

RSUD Anutapura menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang telah di-upgrade untuk tes Covid-19 dengan cartridge yang dikirim Kementerian Kesehatan.

Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) RSUD Anutapura Palu, Lia mengatakan pendeteksi Covid-19 menggunakan TCM tidak jauh beda dengan PCR (Polymerase Chain Reaction).

Hanya saja, lanjut dia, TCM waktunya lebih cepat dibanding PCR. Dalam waktu 50 menit, TCM sudah mengeluarkan hasilnya.

"Saat ini Anutapura memiliki 60 catridge dari Kementerian Kesehatan untuk menguji 60 spesimen yang setiap harinya akan dilaporkan ke pusat penggunaannya," katanya Senin, (29/3/2020).

Menurutnya, jika masih ada persediaan catridge dari Kemenkes, maka pihak Kemenkes akan mengirim lagi nantinya.

Ia menyebutkan dengan TCM ini pihaknya sudah bisa melakukan uji pemeriksaan bagi pasien terkonfirmasi positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun untuk menguji kembali pasien positif. 

Plt. Direktur RSUD Anutapura, drg. Herry Mulyadi mengungkapkan dengan adanya laboratorium khusus pendeteksi Covid-19 ini merupakan suatu kesyukuran baginya.

Karena hal tersebut, kata dia akan mengurangi beban dari laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. 

"Ini berkat bantuan dan dukungan penuh dari Wali Kota Palu, Hidayat, yang telah merenovasi laboratorium kami serta memenuhi alat-alat pendukungnya," ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Herry, RSUD Anutapura Palu sudah lebih unggul dari pada rumah sakit lainnya yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Karena, sudah memiliki sendiri alat pendeteksi Covid-19, sehingga tidak harus mengirim lagi ke Labkes Sulteng. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com